article Berita DAKGAR LANTAS

Menekan Fatalitas Kecelakaan dengan meningkatkan kegiatan Preventif dan Represif

Bertambahnya jumlah kendaraan setiap tahunnya di wilayah Kota Bontang berdampak pada meningkatknya aktifitas lalu lintas kendaraan di jalan raya hal ini sangat rentan dengan permasalahan lalu lintas yang timbul di lapangan. Mulai dari kemacetan, pelanggaran dan Kecelakaan bila tidak dilakukan langkah-langkah yang konkrit dapat mengakibatkan permasalahan tersebut sering ditemui dilapangan.

Satlantas Polres Bontang melalui Kasat lantas AKP. Irawan Setyono, S.H, S.IK menyampaikan bahwa terkait kejadian kecelakaan yang terjadi memang tidak bisa dielakkan dikarenakan semakin banyaknya pertumbuhan kendaraan di jalan akan sangat memungkinkan terjadinya gesekan kendaraan di jalan Raya. Perilaku berkendara setiap pengemudi masih menjadi faktor Prosentase paling tinggi sebagai penyebab terjadinya kecelakaan. Bila terdapat 1000 kendaraan yang melintas di Jalan maka Seribu perilaku manusia juga yang bergerak di jalan raya bahkan lebih jika dihitung dengan pesepeda dan pejalan kaki. mengatur perilaku manusia dalam jumlah besar akan cukup sulit bila tidak dilakukan upaya-upaya yang strategis dan Konsisten.

Dalam membangun budaya tertib berlalu lintas, Satlantas Polres Bontang meningkatka kegiatan Preemtif, Preventif dan Represif.

1. Preemtif
Dalam tahapan ini jajaran Satlantas Polres Bontang menggencarkan giat sosialisasi kepada masyarakat dengan memberikan eduksi tertib berlalu lintas. materi sosialisasi tersebut disesuaikan dengan Evaluasi data kecelakaan yang terjadi sehingga tepat sasaran. kegiatan ini dilaksanakan secara konsisten dengan Sasaran masyarakat/ kelompok terorganisir, Sosialisasi Media masa/ Sosial maupun Sistem dialog sambang kepada Masyarakat.

2. Preventif
Preventif mengendung arti Pencegahan. setelah Kepolisian melaksanakan Sosialisasi maka sebagai Kontrol perilaku masyarakat pada saat melakukan aktifitas di Jalan Raya. penempatan personil di titik rawan pelanggaran dan kecelakaan dapat memberikan efek detern kepada masyarakat yang akan melakukan pelanggaran dapat dilakukan pencegahan.

3. Represif
Tahapan ini merupakan penegakan Hukum sebagai Konsekuensi pelanggar lalu lintas dan Efek pembelajaran agar perbuatan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan tidak terulang kembali. kegiatan Represif dapat dilakukan dengan Hunting System dan Stasioner.
Hunting System : merupakan penerapan penegakan hukum pelanggaran lalu lintas yang dilakukan dengan melaksanakan patroli di wilayah rawan Kecelakaan dan pelanggaran Bila ditemukan langsung dilakukan penindakan.

Stasioner : Cenderung dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya Kejahatan seperti Pencurian Kendaraan Bermotor Maupun cipta kondisi dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang Kondusif.

Beberapa langkah tersebut apabila dilakukan secara konsisten maka Menekan Kecelakaan Fatal dapat di wujudkan. (admin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *